-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Review Film Petualangan Sherina 2: Salah Satu Pengalaman Nonton Menyenangkan Tahun Ini!

Sunday, October 1, 2023

Sekuel untuk film legendaris di tahun 2000 silam. Mempertemukan lagi Sherina dan Sadam yang sudah dewasa dengan latar Kalimantan dan isu orangutan.


Jujur benar-benar nggak ingat kapan terakhir kali nonton Petualangan Sherina (2000) yang dianggap sebagai tonggak sejarah film Indonesia karena kesuksesannya secara komersil dan kualitas, juga turut melambungkan nama-nama yang terlibat termasuk duo pemain, Sherina Munaf dan Derby Romero. Menuju penayangan film sekuel yang berselang 23 tahun, bahkan belum sempat lagi untuk rewatch. Ternyata selepas nonton Petualangan Sherina 2,  bisa tetap happy karena filmnya dikemas dengan baik dari banyak sisi.

Kalau di film pertama menyorot kisah Sherina dan Sadam di masa Sekolah Dasar, sekuelnya menyorot mereka berdua yang sudah dewasa dengan kehidupan profesional masing-masing. Sherina jadi reporter di Nex TV, lagi riang-riangnya karena bakal berangkat ke Swiss untuk penugasan. Menuju hari H, penugasan diubah, Sherina diminta ke Kalimantan untuk meliput pelepasliaran orangutan. Disanalah dia ketemu lagi dengan Sadam, yang jadi ketua Oukal, semacam lembaga perlindungan orangutan di Kalimantan.

Sebagai penonton, hal yang paling saya highlight dari film kedua ini adalah cerita dan latarnya soal orangutan dan Kalimantan, tepatnya belantara hutan di Kalimantan Tengah. Ini agak mirip dengan Aruna & Lidahnya (2018) yang berani ngasih setting Pontianak dan Singkawang di Kalimantan Barat. Lagi-lagi hal yang amat personal, karena kapan lagiii film Indonesia berlatar di wilayah yang jarang diekspos seperti Kalimantan, dan ngangkat isu yang serius soal alam dan pelestarian satwa tapi tetap bisa dibawakan dengan riang dan seru, ada suguhan aksi di film buat segala umur pula.

Karena masih memuat judul 'Petualangan', (reuni) duo Sherina dan Sadam lagi-lagi dihadapkan dengan insiden, yang mana mereka harus menghadapi sekolompok orang penculik Sayu, salah satu anak orangutan yang dilepasliarkan. Petualangan yang secara skala lebih besar dibarengi sekuen aksi yang ternyata cukup bernyali, mengingat keduanya sudah dewasa ditambah Sherina yang jago bela diri.


Sekuel untuk film legendaris di tahun 2000 silam. Mempertemukan lagi Sherina dan Sadam yang sudah dewasa dengan latar Kalimantan dan isu orangutan.


Nggak disangka, Petualangan Sherina 2 dibawakan dengan komplit. Nostalgia udah pasti, dengan momen musikal khususnya antara Sherina-Sadam yang masih dipakai untuk menyemarakkan setiap adegan. Namun perkembangan dua karakternya dan lika liku  persahabatan mereka yang diungkap dengan sedikit flashback melalui dialog, cerita dan isu seputar alam dan satwa liar, hadirnya karakter pendukung yang punya ciri khas dan lagu-lagu pengiring yang kece makin memperkaya sajian Petualangan Sherina 2.

Film ini tentunya jadi arena bagi Sherina dan Derby, yang bermain sangat apik sebagai dua sahabat lama tak jumpa. Sutradara Riri Riza berhasil mengarahkan mereka untuk membawakan rasa canggung dan penasaran saat pertemuan pertama khas reuni, karakterisasi masing-masing yang jadi pijakan cerita meskipun keduanya makin besar, keriangan kala bermain musikal dan romantisme dengan kadar pas terutama di momen lagu 'Mengenang Bintang', my favorite dari soundtrack film ini 

Di jajaran pendukung, Chandra Satria, Isyana Sarasvati, dan Quinn Salman adalah kunci! Isyana kembali mengeluarkan sisi komediknya, bahkan sejak awal film dimulai, dan Quinn Salman si penyanyi cilik yang sungguh beruntung mendapat debut film di tempat yang tepat. Karakternya hidup dan aktif sebagai Sindai si anak pedalaman yang peduli akan tempat tinggalnya. Skenario memfasilitasi Sindai sebagai penggerak plot cerita dalam babak petulangan mencari Sayu, sehingga satu studio tempat saya nonton sukses mengeluarkan berbagai reaksi saat Sindai dalam bahaya. bentuk kepedulian cerita pada Sindai, dan penonton padanya.

Awalnya merasa film ini cukup cepat untuk sampai di premis utama, selepas opening dengan Sherina dan babak musikalnya di kantor. Untungnya hubungan Sherina dan kedua orang tua masih sempat diperlihatkan, yang mana sisanya akan lebih banyak kita lihat bersama Sadam beserta petualangan mereka. Upaya memberi chemistry kepada penonton dengan kondisi yang sudah berbeda dari film terdahulu. Cerita sempat berlarut lama di beberapa bagian menuju sepertiga ending dan sayangnya adegan klimaks yang dimiliki terkesan tanggung melihat bagaimana sekuen aksi dan suasana pesta yang sudah diset sedemikian mewah. Petualangan Sherina 2 sepertinya ingin mengupayakan semaksimal mungkin interaksi Sherina dan Sadam secara lebih dekat yang memang sudah ikonik sejak 23 tahun lalu.

Walaupun di beberapa titik merasa terlalu lama dalam bercerita, Petualangan Sherina 2 adalah salah satu pengalaman menyenangkan dari film Indonesia tahun ini di bioskop. I mean, filmnya punya banyak aspek untuk dijual oleh si pembuat dan dinikmati oleh penonton. Personally, menggagas ide untuk mengambil 80 persen set di hutan Kalimantan beserta rawa-rawanya adalah hal yang sangat segar, plus dengan isu lingkungan dan penjagaan satwa liar. Maka film ini juga memang cocok sebagai film keluarga, edukasi bagi anak dan orang tua untuk saling belajar sekaligus media hiburan dengan cerita dan aksi petualangannya. Pun generasi 90an, yang sudah berkeluarga ataupun yang belum, unsur nostalgia yang diberikan menjadi sangat terasa berkat gubahan lagu-lagu dan kepekaan para pembuat memberikan nuansa yang sama seperti film pertama. Betapa, Bahagianyaaa.


9.0/10





 

Share This :

0 comments