-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Review Herwin Novianto's Film (Kembang Api & Why Do You Love Me)

Saturday, July 8, 2023

 

Ulasan film Kembang Api dan Why Do You Love Me, karya sutradara Herwin Novianto dan Falcon Pictures di tahun 2023. Adaptasi yang drama dan bersahaja


Herwin Novianto dan Falcon Pictures bertandem sejak 2018 di film 'Gila Lu Ndro'. Setelahnya, banyak film mereka keluarkan sebagai kolaborasi sutradara dan pemilik film, salah duanya di tahun 2023 yang sudah rilis di bioskop dan bakal kubahas kali ini, Kembang Api dan Why Do You Love Me'.

Falcon Pictures yang makin mantap menggarap IP berbasis remake, Kembang Api dari film Jepang berjudul 3ft Ball & Souls dan Why Do You Love Me jadi versi Indonesia untuk film Belgia berjudul Hasta La Vista. Selain sama-sama digarap Herwin, keduanya secara kebetulan juga ngasih cerita soal kondisi sakit pada seseorang. Kembang Api menyorot isu bunuh diri (psikis), Why Do You Love Me memiliki tiga karakter disabilitas (fisik). Dibalik cerita soal sakit itu, ada sempilan harapan tentang memaknai kehidupan dengan cara yang berbeda.

So this is my personal aftertaste after watched them all:


Ulasan film Kembang Api dan Why Do You Love Me, karya sutradara Herwin Novianto dan Falcon Pictures di tahun 2023. Adaptasi yang drama dan bersahaja

Kembang Api

Tayang awal Maret lalu, tapi nggak sempat kutonton bioskop, Kembang Api udah dirilis di Netflix. Menceritakan tentang empat orang dengan latar belakang dan usia berbeda yang memilih bunuh diri di sebuah gudang dengan bantuan bola kembang api besar. Mereka berempat (Donny Damara, Marsha Timothy, Ringgo Agus Rahman, Hanggini) punya nama samaran masing-masing di grup pertemuan sebelum akhirnya ketemu secara langsung buat bunuh diri bareng.

Tapi setiap tombol kembang api dipencet, mereka kembali lagi ke momen awal mereka ketemu sebelum kembang api meledak, alias film ini menerapkan time loop di penceritaannya, macam film Sabar Ini Ujian (2020) tapi Kembang Api punya tone dan bahasan yang lebih deep soal sakit psikis yang dialami masing-masing keempat orang itu.

Mengira kondisi pengulangan waktu itu terjadi karena ngebiarin anak SMA ikut bunuh diri, momen itu jadi kesempatan keempat orang ini buat 'membuka' diri. Saling cerita masalah masing-masing, memahami sisi satu sama lain, saling berbagi perspektif. Terkuaklah motif pribadi kenapa mereka pengen selesaikan hidup. Tampak karakter luarnya pun beda-beda, bahkan salah dua dari mereka nggak keliatan kayak orang mau bunuh diri karena sudah begitu optimis dengan pilihannya. Topeng yang mereka pakai dan rasa sakitnya bakal selesai dengan bunuh diri itu.

Berlatar di satu tempat, beberapa kali momen pengulangan, dan hampir seluruh durasi diisi cuma empat orang dan banyak obrolan, Kembang Api sudah berupaya untuk tampil cantik dengan obrolan hangat dan chemistry apik keempat karakter, juga natural dan manusiawi karena bahkan masih ada judging dengan keputusan dan sikap salah satu diantara mereka disaat semuanya lagi ada di kondisi yang sama.

Momen kebosanan karena hal-hal diatas, sekali lagi aman terbayar karena Herwin dan tim mau bercerita dengan baik, runut, dan membedah sisi-sisi empat manusia itu, melalui obrolan dan keterbukaan satu sama lain. Film ini selayaknya Kembang Api yang kalau menyala jadi penuh warna. Hitam-putih soal isunya dikesampingkan, dan kita diajak buat melihat dari sisi karakter yang terguncang psikisnya. Ketika seseorang udah terlalu lelah dengan rasa sakit dan penuh khawatir, bunuh diri bisa jadi satu-satunya jalan buat hilangin rasa sakit itu, dan membuka diri dengan orang lain juga bisa jadi jalan lainnya karena 'Urip Iku Urup'


8.0/10


Ulasan film Kembang Api dan Why Do You Love Me, karya sutradara Herwin Novianto dan Falcon Pictures di tahun 2023. Adaptasi yang drama dan bersahaja

Why Do You Love Me

Tampak luar (read: materi promosi) film ini memang terkesan nakal dan sensual, itu karena filmnya mengisahkan tiga sahabat disabilitas, Baskara (Adipati Dolken), Danton (Jefri Nichol), dan Miko (Adipati Dolken) dengan kondisi sakit masing-masing yang nggak mau lagi hidup gitu-gitu aja. Mereka mau dapetin pengalaman seksual pertama dengan tujuan gang Dolly di Surabaya. Why Do You Love Me ternyata gak hanya menjual bumbu sensualnya karena film ini mau bercerita lebih untuk perjalanan si tiga karakter dengan konsep road movie.

Dalam proses pencapaian tujuan itu, ada Endang (TJ Ruth) yang jadi supir sekaligus perawat buat mereka bertiga ke lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu. Perjalanan darat dipilih, dan Endang dengan sedikit banyak rahasia serta siasat yang dia bawa membuat perjalanan Baskara, Danton, dan Miko jadi tidak hanya sekedar untuk ngelepas keperjakaan.

Ku sendiri udah tertarik dengan film ini sejak 2021 lalu saat mereka mulai syuting dan mulai promosi dengan cara yang simpel tapi lucu. Kelima pemainnya termasuk juara Indonesian Idol X, Lyodra Ginting ngecover lagu Bad Romance dan Versace on The Floor dengan vokal nada tinggi masing-masing 😆tapi cukup kecewa karena ternyata Lyodra yang berperan sebagai Karmila si juru dongeng cuma tampil sekelebat di film ini, walaupun karakternya berpengaruh untuk progres karakter Danton yang menderita tumor otak dan punya hajat tersendiri untuk perjalanan ke Surabaya selain ngelakuin seks pertama.

Why Do You Love me berdurasi cukup singkat, 89 menit, Fokus sepanjang durasi untuk eksplorasi perjalanan keempat karakternya dari Jakarta sampai Surabaya dengan pernak pernik tambahan kayak kekhawatiran orang tua, ego masing-masing, dan suguhan pemandangan alam selama perjalanan yang berhasil dipotret indah. Herwin dan penata kamera cakap mengambil sudut-sudut gambar alam yang memukau selayaknya ini adalah film bertema road trip.

Seperti perjalanan, kadang tujuan akhir bukan segalanya. Baskara, Danton, Miko, bahkan Endang jadi saling menemukan dan belajar tentang cinta, ego, dan gimana menikmati hidup sehidup-hidupnya walaupun dalam keterbatasan. Konflik Danton yang memaksa perjalanan ditengah kondisi kritisnya bikin unsur drama film jadi lebih kuat, Miko yang buta sendirian jadi biang komikal, dan Baskara si paling ego dan marah-marah. Ketiganya disatukan oleh Endang yang apik dimainkan TJ Ruth dengan gestur dan naluri perawat yang kuat. Why Do You Love Me punya alur dan penuturan cerita yang baik, hanya kalau durasinya bisa lebih panjang bakal lebih baik bagi pengembangan karakter di film ini, terutama bagaimana hubungan ketiga sahabat dengan keluarga, proses menikmati setiap tempat tujuan sebelum Surabaya, dan Karmila yang bisa berperan lebih besar sebagai love interest Danton.


8.0/10

Share This :

0 comments