Pernah 'gak kalian merasa terharu atau nge'blue' nonton film animasi yang kemasannya super fun dan ceria? Ada satu momen di film The Super Mario Bros saat karakter Mario (Chris Pratt) memulai petualangannya dengan Putri Peach (Anya Taylor Joy) di Kerajaan Jamur. Momen ceria itu diiringi lagu legendaris 'Take on Me' dari a-ha. Dari Intro dimulai dan seterusnya, terhanyut antara scene by scene di layar dan pikiran sendiri. Saya mulai tumbuh dengan lagu ini, hidup di masa kecil dengan game Super Mario di konsol Nintendo. Saya sudah dewasa, saya bernostalgia.
The Super Mario Bros movie yang baru saja tayang di bioskop, mendapat klasifikasi rating Semua Umur (SU), tapi sepengalaman pribadi saat nonton kemarin, presentase penonton dewasa justru lebih banyak dari penonton anak-anak, which is ini adalah film animasi dari konsol game yang dikemas colorful dan punya premis cerita yang sederhana, yang lebih cocok untuk penonton anak. Kunci pentingnya adalah 'Nostalgia', dan TSMBTM sangat kuat akan hal itu dari bagaimana film ini membangun dunianya.
Dikisahkan Mario si tukang ledeng di kota Broklynn yang beradik Luigi (Charlie Day). Keduanya percaya diri dan kompak dengan profesinya yang mereka anggap mulia, sampai sengaja buat iklan yang ditayangkan di TV. Suatu hari karena kebocoran pipa di tengah kota, mereka masuk dan terjebak ke dimensi lain entah dimana. Sayangnya, Luigi terdampar di Dark Land, yang dikuasai Bowser (Jack Black), The Giant Turtle, yang ambisius buat ngerebut semua wilayah kerajaan di sekitarnya, termasuk yang paling diincar The Mushroom Kingdom yang dipimpin Putri Peach, tempat terdamparnya Mario setelah insiden bareng adiknya.
Kerajaaan Jamur jadi petualangan baru bagi Mario. Ia harus bermisi menyelamatkan sang adik, bersamaan dengaan itu Bowser sudah bersiap untuk menaklukkan Kerajaan Jamur. Karena sama-sama punya motif, dimulailah kerjasama antara Mario dengan Peach. Dunia dalam film The Super Mario Bros very visually appeal, detail, dan menggemaskan! Colorful, kaya referensi dari game konsol yang ada yaitu tentu saja seri Super Mario, Mario Kart dan Donkey Kong yang nantinya akan menjadi bagian cerita dari petualangan Mario juga animasi yang cakep berkat kekuatan rasa dari para aktor besar yang berakting suara, dan tim animatornya tentu saja.
Contoh kecil film ini sangat relate ke penonton dengan mencomot set versi game berupa kotak emas penambah kekuatan yang berisi level up, dan jamur. Mario yang bertubuh pendek, bisa menjadi besar dan bertenaga dengan jamur yang dimakan, yang mana di kehidupan sehari-hari bersama keluarga, ia sangat anti dengan jamur. Untuk melawan Bowser yang segeditu, tentu Mario harus punya kekuatan yang gede juga. Sisi menarik dari cerita film ini yang cerdik menyempilkan pesan hangat nan tersirat biarpun alurnya tidak begitu istimewa karena seperti mudah ditebak akan dibawa kemana setelah menyaksikan babak ke babak.
Super Mario Bros berdurasi 92 menit, cukup pendek untuk sebuah film animasi kelas Hollywood. Sempat diperlihatkan di awal bagaimana Mario dan Luigi berinteraksi dengan keluarganya, termasuk soal pekerjaan mereka yang dianggap remah. Bagian ini sebenarnya cukup menarik kalau diperdalam lagi, tapi film Ini hanya cukup menjadikannya sebagai motivasi bagi Mario dan Luigi di babak petulangan mereka di dimensi lain. Apalagi dengan lebih berfokus pada spectacle pertualangan Mushroom Kingdom vs Dark Land, TSMBM juga tidak atau memang sengaja untuk meluputkan detail pada 'the dimension' itu sendiri, yang membuat Mario dan Luigi dari bawah tanah bisa terlempar jauh ke dunia antah berantah.
The Super Mario Bros Movie terupdate menjadi film animasi dengan pendapatan tertinggi di minggu pertama sepanjang sejarah. Perbedaan cukup tajam pada score Critic Review dan General Audience di Rotten Tomatoes juga menjadi hal menarik untuk film ini. Tapi setelah melihat sendiri bagaimana filmnya, tidak heran itu bisa kejadian. Saya pasang badan sebagai tim general audience. Penonton yang ingin cari bahan buat dianalisis tapi juga gak lupa buat melihat daya tarik yang dibawa filmnya. Saya mau nostalgia, dan film ini sangat berhasil ngasih hal itu, Cerita yang simpel, humor yang pas tapi sukses bikin ngakak, animasi keren, kaya referensi gim konsol, dan menghibur tentu saja, Penonton anak bisa ikut tertawa, yang dewasa bisa puas bernostalgia. This line hit me so hard "Peaches, Paeches, Peaches, Peaches, Peaches"- Bowser, 2023.
9.0/10
Share This :


0 comments