Kata 'Pulang' menjadi kian romantis di era sekarang. Sama seperti ungkapan ' A home is not always a house', pulang tidak lagi dimaknai secara harfiah, oleh kita dan Aurora (Sheila Dara), tokoh utama di film ini yang merupakan lanjutan langsung dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020). Aurora si anak tengah, yang masih terus merasa berada 'diantara' dalam keluarganya.
Memilih London untuk melanjutkan kuliah S2 di bidang seni rupa, JJJLP membawa lebih dalam dan kompleks personal Aurora yang sudah menyanyat banyak hati penonton termasuk saya di film sebelumnya. Karena seperti kata Honey (Lutesha), teman Aurora semasa di London yang tercuplik juga di trailer, "Selalu ada satu orang, yang ngerasa dirinya gak cocok disana. Mungkin di keluarga kalian, orang itu Aurora". Merantau jauh ke London ternyata membuat Aurora lebih mengenal lagi dirinya, dan posisinya dalam keluarga Narendra, adik dari Angkasa (Rio Dewanto) dan kakak dari Awan (Rachel Amanda).
Film ini sesungguhnya akan terasa lebih terhubung bagi yang sedang dan pernah punya pengalaman merantau seperti Aurora dan karakter lainnya, Ada Honey dan Kit (Jerome Kurnia) si teman seperjuangan, dan Jem (Ganindra Bimo), pacar Aurora si biang kerok yang membuat Aurora berada di lingkaran toxic relationship, namun berkat Jem juga Aurora mau aktif bertindak menyelesaikan segala urusan di perantuan, yang di sisi lain membuat resah kedua saudaranya sehingga menyusul ke London sesuai perintah sang Ayah.
Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang masih disutradarai Angga Dwimas Sasongko dengan cerita dan lokasi 100 persen di London, dan membawa gaya alur maju mundur serupa film pertama, yang tetap bisa tampil kuat berkat kedalaman cerita dan karakter yang dimainkan oleh aktor-aktornya. Bahkan Jem yang mungkin kita kira hanya akan diplot sebagai antagonis dalam dunia Aurora, juga diberi ruang agar lebih mengenal latar belakang dan pembentuk karakternya dalam satu momen dialog.
Sheila Dara sebagai Aurora tentu lebih banyak tersorot, dan di film ini ia hanya tinggal menyesuaikan dengan dinamika baru Aurora di kehidupan dan masalah yang baru, yang kembali terdeliver maksimal dengan puncak satu dua momen pemecah tangis. Aurora yang lebih banyak diam sejak film pertama, disini emosinya lebih tergali dan tumpah, terutama saat dihadapkan dengan Awan dan Angkasa yang makin memberinya jawaban makna keterasingan macam apa yang ia hadapi dalam keluarganya.
Serupa film pertama, JJJLP juga diiringi oleh banyak lagu-lagu bertema kontemplasi dari beberapa musisi yang dalam penempatannya kali ini terasa lebih pas dan baik sesuai porsi. Angga dan pengarah kamera banyak menerapkan efek realis, dengan pergerakan dinamis mengikuti arah pemain, namun hal ini juga membuat rasa tidak nyaman di beberapa bagian. Alur non linier yang diterapkan juga tidak sepenuhnya mulus, yang paling terasa di salah satu momen justru seperti recall scene karena dimunculkan terlalu panjang.
Membawa setnya terbang jauh ke London dan berfokus pada satu karakter, membuat penceritaan JJJLP tampil lebih solid. Selain nama-nama diatas, tidak ada lagi karakter yang mesti dibagi fokus. Semua tersorot dengan baik, termasuk Angkasa dan Awan walaupun tidak sebanyak di NKCTHI. Menemani Sheila Dara, Lutesha lagi-lagi sukses menarik atensi dengan style rambut gonta ganti ala Honey, bertandem dengan Jerome Kurnia sebagai Kit si blasteran Thailand-Jerman, dan Ganindra Bimo yang memang pas dengan peran antagonis seperti Jem.
Saya beberapa kali menangis selama film berjalan, karena meskipun tidak pernah mengalami rasanya merantau jauh, tapi hal-hal grounded yang dimiliki film JJJLP dengan gaya bertutur drama ala Angga yang hangat membuatnya jadi tontonan yang reflektif. Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang masihlah film keluarga seperti NKCTHI, namun kali ini choosen family by Aurora. Saya sebagai anak tengah sepertinya, merasakan sedikit banyak persamaan. Interaksi dengan Jem, Kit dan Honey serta kedua saudaranya semasa di London adalah bentuk perjalanan Aurora lebih mengenal diri dan makna pulang. Mau itu dalam bentuk rumah, ataupun bentuk seseorang dan diri sendiri, setiap dari kita pasti punya perjalanan pulang menurut versi masing-masing. Find yourself.
9.0/10
Share This :


0 comments