-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Review Film Bioskop Minggu Ketiga 2023 (Autobiography, Balada Si Roy, OMG! Oh My Girl)

Tuesday, January 24, 2023

 

Film rilisan bioskop di minggu ketiga tahun 2023 bulan Januari. Drama remaja, komedi romantis, dan suspensi thriller yang semuanya layak tonton.


Januari 2023 diisi dengan berbagai line up menarik film bioskop. Minggu ketiga bulan ini (dan tahun ini) bisa dibilang jadi puncak karena total tujuh film baru yang rillis dari berbagai genre dan negara, termasuk film Indonesia, yang akhirnya kembali memborbardir hari Kamis dengan tiga film baru sekaligus yang baru kembali terjadi sejak era pre pandemi di 2019 lalu. Tapi apalah daya, kala semesta dan nasib hanya mengizinkan saya untuk nonton tiga film saja di minggu ketiga ini, yang sudah saya kurasi atas dasar preferensi personal yang berujung pada keragaman genre. Ada drama remaja, komedi romantis, dan thriller suspense. Satu film Thailand dan dua film Indonesia. So, here's my point of view for those three:


Film rilisan bioskop di minggu ketiga tahun 2023 bulan Januari. Drama remaja, komedi romantis, dan suspense thriller yang semuanya layak tonton.


Film yang katanya tampil seram tanpa setan, dan memang terbukti karya perdana Makbul Mubarak ini mampu menyalurkan rasa tidak nyaman ke penonton dengan penggarapan visual yang kelam, mostly adegan close up terutama di dialog antar karakter, yang membawa narasi sederhana terkait hubungan kerabat orang tua (ayah), dan anak laki-laki yang berbalut pelik lantaran latar belakang salah satu karakter sebagai pensiunan Jenderal TNI.

Rakib (Kevin Ardilova) seolah menemukan figur baru seorang ayah dari Purnawinata (Arswendy Bening Swara), pensiunan Jenderal TNI yang balik ke kampung halaman dan berniat mencalonkan diri sebagai calon bupati di desanya. Rakib si anak 19 tahun yang sejak dari jaman kakek, keluarganya sudah bekerja dengan Jenderal Purnawinata pelan-pelan membangun hubungan dengan majikannya. Menjadi supir dan mengurus segala keperluan Jenderal termasuk mencari dalang di balik perusakan spanduk sang calon Bupati. Dari yang awalnya mengagumi sosok tuannya, menjadi momen bergejolak bagi Rakib saat ia tahu bagaimana karakter tersembunyi Purnawinata.

Applause yang banyak untuk Arswendy dan Kevin Ardilova. Berkat mereka, hubungan personal ayah-anak dan majikan-tuan bisa tersalur dengan meyakinkan. Cerita orisinl dari Makbul Mubarak memfasilitasi pembangunan karakter bagi keduanya yang turut memasukkan pesan implisit pada bagaimana kondisi sosial sekitar kita, yaitu adanya privillege khusus bagi orang dengan kuasa tinggi dan posisi rakyat kecil diantara mereka, baik dalam lingkup masyarakat bahkan dalam lingkup personal atau keluarga. Intensitas yang dibangun Makbul Mubarak tampil dengan tempo cerita yang pelan dan berujung makin intens seiring perjalanan karakternya. Rakib si pemuda yang seperti menyimpan banyak beban di kepala, dan Purnawitana dengan kewibawaan yang terlalu intimidatif walau hanya duduk untuk ngobrol atau makan. Autobiography senada dengan film-film rasa festival lainnya, yang kuat dalam pembangunan cerita meskipun dengan rasa nyaman tidak nyaman di momen tertentu kala narasi bergulir terlalu pelan di momen tertentu.


9.0/10


Film rilisan bioskop di minggu ketiga tahun 2023 bulan Januari. Drama remaja, komedi romantis, dan suspense thriller yang semuanya layak tonton.


Film perdana produksi IDN Pictures, PH besutan sutradara Fajar Nugros yang sudah merilis empat film termasuk Balada Si Roy. Melihat sendiri bagaimana pengemasan filmnya, terasa wajar kalau Balada Si Roy dirilis setelah Inang dan Qorin yang sukses secara raihan penonton. Balada Si Roy adalah film yang mahal, karena selain mengadaptasi novel dan cerita 80an karya Gol A Gong dengan sangat maksimal dari masing-masing departemen terutama set  produksi, tata rias dan tata busana, Balada Si Roy juga banyak diisi oleh pemain dan cameo dari aktor-aktor ternama yang hadir dan pergi mengisi durasi pencarian penuh balada dari si karakter utama.

Namun disana juga yang menjadi problem utama. Perjalanan si Roy (Abidzar Al Ghifari) terasa banyak dan sesak, bahkan sempat juga memasukkan elemen horor menyinggung adat istiadat setempat, yang mengambil lokasi latar di Serang, Banten. Mungkin sesuai judulnya, film ini ingin membawa semaksimal mungkin berbagai tokoh dan problem untuk si Roy hingga tiba di satu titik ia lebih mengenal jati dirinya. Namun dari berbagai plot dan karakter yang hadir untuk Roy, hanya sedikit yang bisa kena lebih dalam dari sisi emosional. Banyak karaktrer yang sebenarnya potensial seperti Wiwik (Zulfa Maharani) tapi hanya menjadi side kick bagi si Roy.

Banyaknya cerita yang ingin dibawa, membuat alurnya terasa jumpy. Diawali dengan cerita Roy dengan Ani (Febby Rastanti) dan Dullah (Bio One), kemudian berpindah ke cerita dengan ibu Roy (Lulu Tobing), balik lagi ke Ani dan Dullah, dan beberapa karakter lain yang menjadi sahabat dan teman Roy. Penceritaan seperti ini  membuat Balada Si Roy terasa menjemukan karena pemakaian ragam balada, meskipun sesuai dengan cerita versi novel dan karakternya yang masih remaja, akan bertemu pada satu makna terkait pencarian jati diri dan eksistensi laki-laki bagi Roy. Film yang bisa lebih baik lagi dalam penceritaan, dengan set produksi dan teknis yang sudah sangat maksimal dan rapi menampilkan era 80an.


7,5/10.


Film rilisan bioskop di minggu ketiga tahun 2023 bulan Januari. Drama remaja, komedi romantis, dan suspense thriller yang semuanya layak tonton.


In GDH we trust. Begitu katanya kalimat yang banyak hadir di kolom sosmed beberapa hari ini. Merajuk pada film Thailand yang baru rilis di bioksop Indonesia, OMG! Oh My Girl keluaran rumah produksi GDH yang sudah amat dikenal dengan kualitas film-filmnya, terutama di jalur romcom. OMG! kembali membuat banyak penonton dan saya sendiri pun percaya kalau 'In GDH we trust' bukan isapan jempol sambil lalu, Dinahkodai Thitipong Kerdtongtawee dalam debut film panjangnya, OMG! membawa sajjian romansa komedi dengan gaya sedikit berbeda kali ini, yang didominasi rasa getir akibat bucin tingkat akut dari Guy (Wongwavee 'Sky' Nateetorn) kepada June (Plearnpichaya 'June' Komalarajun).


Guy dan June adalah dua teman di kampus, yang berawal dari insiden 'tangkap uang jatuh' membuat keduanya jadi makin dekat satu sama lain. Tapi sayangnya hampir seperti yang tertulis di kaos belakang Guy di salah satu momen, 'God Hates The Guy', seperti seolah tidak memperbolehkannya untuk bersatu dengan June dalam status resmi pacaran, malah salah satu teman Guy yang meminta nasihat 'menembak' kepadanya justru menjadi pacar June. Di saat hubungan June dengan pacarnya naik turun bahkan resmi bubar, Guy yang sudah punya pacar kembali mendekati June, namun June malah dekat dengan Pete (Pachara 'Peach Chirativat) yang secara spek tampil lebih menonjol dari Guy.

Film ini mencoba mengangkat sisi komedi romantis dengan pendekatan baru yang sedikit tidak umum, dan makin dibuktikan dengan pemilihan ending yang hampir jarang ditemukan di film-film sejenis dari GDH. Untuk momen pemancing tawa dan dan romansa, OMG! sukses besar dengan menampilkan momen-momen manis nan hangat seperti banjir, sandal-sepatu serta acara kampus yang terasa dunia milik berdua. OMG! tampil dengan mengangkat perjuangan cinta dari perspektif yang dominan dari sudut pandang Guy. Karakterisasi Guy yang agak nerd dan June yang cantik dan supel makin menambah kuat daya manis hubungan mereka berdua. Guy yang jadi satu-satunya laki-laki dalam keluarga belajar mengenal sisi perempuan dan cinta dari sudut pandang kakak adiknya. Saya berharap dinamika lebih hadir antara Pete sebagai orang ketiga dengan June, tapi Pete memang diplot sebagai laki-laki sempurna, komparasi untuk Guy. Momen 1000 hari pasca kelulusan kuliah jadi titik balik, yang ternyata sulit bagi Guy untuk move on sehingga cenderung makin obsesi pada June. Disinilah momen getir lebih mendominasi dan mengurangi rasa manis dan jenaka filmnya, yang membuat alur terasa lama akibat pembangunan konflik Guy dan June. Namun sebagai sajian romcom, OMG! tetap layak disimak berkat gaya khas GDH dengan taburan momen manis dan jenaka yang maksimal.


8.0/10

Share This :

0 comments