Mantan personil boyband top era 2000an yang masih berusaha meniti karirnya dalam bermusik, dan seorang remaja disabilitas yang memiliki kemampuan menciptakan irama yang padu hasil memukul menggunakan tangan atau stik. Mereka bertemu di suatu jalanan penuh lalu lalang orang tanpa sengaja. Itulah awal perkenalan dua karakter utama dalam film Netflix I Used to Be Famous dengan bumbu bromance yang membalut kisah drama dua orang beda generasi dalam menemukan makna hidup dan jati diri.
Terdengar cukup berat dari premisnya, namun film ini nyatanya tampil dengan sentuhan pop yang ringan dengan pesan dan karakter yang baik dalam penyampaiannya. Vince (Ed Skrein) berkali kali menawarkan diri untuk tampil sebagai penghibur di beberapa restoran dan bar di kotanya, namun selalu mengalami penolakan. Hingga ia bertemu Stevie (Leo Long) di salah satu sudut jalan saat sedang memainkan musik. Pertemuan tak sengaja tersebut menimbulkan ketertarikan satu sama lain, apalagi setelah video yang di upload salah satu penonton saat mereka duet viral di media sosial. Vince menjadi semangat mengajak Stevie untuk kolaborasi.
Alur film berjalan dengan mulus dan ringan sehingga mudah untuk memahami journey antara Vince dan Stevie. Diselipi suguhan musik dan lagu-lagu sebagai penguat karakter dan cerita yang berkisah di lingkup musik, bahkan berkat pertemanan Vince dan Stevie, tercipta satu lagu yang awalnya hanya berbentuk guliran irama. Stevie yang masuk kategori orang spesial menemukan tempat sekaligus teman baru untuk menyalurkan bakatnya. Vince merasa ia akan kembali menemukan dirinya dalam bidang yang pernah membuat namanya begitu dikenal dua puluh tahun silam.
Menjadikan filmnya sebagai hiburan ringan berbasis drama dewasa sekaligus coming of age, I Used to Be Famous juga tetap diselipi konflik yang bersumber dari lingkup personal dua karakter utama. Vince yang dulunya terkenal saat muda, masih terbayang akan kompleksitas masa lalu sebagai personil Stereo Dream dengan posisi sebagai lead apalagi melihat rekan sesama member, Austin (Eoin Macken) yang sukses bersolo karir pasca grup tersebut bubar. Film juga turut menyorot kehidupan Stevie yang hanya tinggal berdua dengan sang ibu, Amber (Eleanor Matsuura) seorang mantan penari yang memilih vakum untuk mengurus Stevie. Amber yang awalnya menolak kehadiran Vince yang dianggap akan mengganggu kondisi anaknya, akhirnya melihat kebahagiaan baru di hidup Stevie saat berduet dengan Vince sampai timbul konflik diantara mereka.
Alasan mengapa Vince begitu tertarik menjadikan Stevie rekan duet bukan semata-mata hanya karena ia menjadi penolong saat di momen jalanan tersebut. Pouplaritas dan ketenaran Vince di masa lalu sebagai lead Strereo Dream ternyata membuat trauma mendalam untuknya. Namun film tetap berpijak dengan ritmenya sebagai hiburan ringan walaupun hasilnya di beberapa bagian seperti pergulatan Amber dan bagaimana kisah akhir Vince dan Austin saat masih sebagai member Stereo Dream jadi kurang dieksplor.
Untuk yang mencari tontonan ringan namun tetap dengan cerita dan makna yang dalam, I Used to Be Famous bisa dijadjikan pilihan sebagai watchlist di Netflix. Karakter Vince dan Stevie yang ditampilkan dengan kuat menjadi bumbu penting perjalanan kisah film ini, dan dengan statusnya sebagai penyandang disabilitas, film tidak mengesksploitasi secara berlebih penokohan Stevie sebagai objek penguras air mata dengan perangai yang mungkin akan dilebihkan di film lain. Stevie yang penuh semangat dan percaya diri berhasil dihidupkan oleh Leo Long dan tandemnya dengan Ed Skrein menciptakan dinamika hubungan bromance yang meyakinkan hingga bisa saling menemukan diri satu sama lain.
8,5/10
Share This :


0 comments