-->
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Review Film Losmen Melati

Sunday, March 26, 2023

 

Losmen Melati adalah film horror Indonesia bernuansa mix western lokal yang berisi kengerian teror losmen yang dinahkodai pemiliknya, Madam Melati.


Tahun 2023 masih berjalan tiga bulan, tapi persinemaan Indonesia masih dengan 'riang'  menampilkan film-film genre horror yang dengan berbagai judul dan format cerita. Losmen Melati salah satunya. Judul yang lugas. dan presentasi premis yang menarik dari media promosi. Darisana kita akan tahu jelas sumber horor berasal, dan siapa dalang di balik kengerian losmen, adalah Madam Melati (Alexandra Gottardo).

Sebagai informasi, awalnya project ini direncanakan berbentuk series di platfrom Catchplay+, sekaligus menjadi original series Indonesia pertama di platfrom tersebut yang sudah dipersiapkan sejak awal tahun lalu, tapi entah karena alasan tertentu perilisannya diganti ke format film bioskop, yang di satu sisi memberi pembeda dan warna baru diantara deretan horor lokal awal tahun ini. Namun perombakan format tersebut ternyata cukup berdampak pada after taste selepas menonton.

Losmen Melati yang dikelola Madam Melati diceritakan berlokasi amat terpencil di tengah hutan dan sudah terdengar luas sebagai tempat terkutuk. Mengambil setting waktu tahun 90an, Losmen Melati secara look juga menerapkan gaya vintage ala kolonial yang nantinya akan ditampilkan pada beberapa flashback awal mula berdirinya Losmen di abad 19. Ada tiga rombongan pengunjung losmen yang akan menjadi penggerak alur sekaligus pengungkap tabir dibalik kengerian Losmen Melati. Dimulai dari keluarga kecil yang berniat menginap di losmen selepas nyekar, kemudian pasangan muda mudi yang ingin menghabiskan malam bersama dan sepasang perampok yang ingin menjarah losmen. Masing-masing datang dengan latar belakang dan cerita berbeda, yang secara cerdik dihubungkan dengan kisah hidup Madam Melati.

Namun penceritaan tiga babak tadi juga jadi titik dimana Losmen Melati tampak kusut di alurnya. Durasi 98 menit yang sebenarnya cukup singkat untuk sebuah film, dirangkai maju mundur antara masa persinggahan para tamu tahun 1997 dan kilas balik losmen. Setiap selesai satu babak, penonton akan diajak kembali melihat masa lalu Melati diikuti dengan kisah pengunjung selanjutnya. Kita akan melihat beberapa momen intens bertempo cepat untuk menampilkan sajian terornya, namun banyak juga momen bertempo lambat cenderung kusut apalagi film ini cukup banyak menggunakan metode dialog driven antara Melati di masa kini dan masa lampau bersama dengan karakter lainnya.


Losmen Melati adalah film horror Indonesia bernuansa mix western lokal yang berisi kengerian teror losmen yang dinahkodai pemiliknya, Madam Melati


Untuk urusan terror, Losmen Melati lumayan bertaji dengan sentuhan gore dan darah yang walaupun dominan teknikal dengan CGI, tapi sanggup dipresentasikan dengan baik dan sesuai dengan tugasnya. Ada banyak momen berdarah dan menjijikkan di film ini, yang makin menjadi di babak ketiga saat teror yang diterima pengunjung losmen semakin mengungkap dan membuka kembali sisi gelap Losmen Melati. Set produksi dan artistik jadi salah satu keunggulan terbesar yang dimiliki Losmen Melati. Tampak beliveable dengan sentuhan pernak pernik vintage ala 90an digabungkan dengan sentuhan era kolonial, dan semunya berpusat pada penampilan memikat Alexandra Gottardo sebagai Madam Melati yang sudah cukup lama absen dari layar lebar. Misterius, intimidatif namun tersimpan juga ketakutan akibat sejarah masa lalunya. 

Putri Ayudya yang berperan sebagai Dara, pengunjung pertama losmen bersama suami dan anaknya, juga kembali mencuri perhatian dengan sentuhan drama ibu-anak, yang harusnya bisa tampil maksimal apalagi narasi sudah cerdik mengububungkannya dengan sejarah masa lalu Madam Melati. Maya (Sarah Felicia) sebagai pengunjung kedua juga tampil menarik sebagai gadis muda yang dilanda cinta bersama Rizal (Alexander Wulan), yang nantinya akan memperkenalkan pada satu karakter penting lainnya bagi Madam Melati. Semua karakter di film ini sudah begitu potensial untuk memberi warna pada cerita. Mungkin akan demikian apabila tetap pada format series.

Dan lagi-lagi seperti cerita 'besar' lainnya, Losmen Melati juga sudah berusaha keras untuk menampilkan potensi terbaik dalam satu sajian film (if you know what i mean). Bagaimana hubungan Melati dengan Kusno (Kiki Narendra) dan misteri dari terbukanya kembali ikatan mereka berdua, juga kisah Sigit (Fandy Cristian/Bima Sena) anak dari Kusno yang akhirnya dekat dengan Melati, dan bagaimana karakter lain seperti Detektif Fadil (Dwi Sasono) berkontribusi pada cerita. Dua karakter terakhir bahkan  hanya muncul sekilas dan di satu scene saja, penanda bahwa cerita Losmen Melati masih sangat besar untuk digali lebih lanjut. Satu juga yang cukup jadi perhatian adalah dialog dan penggunaan kosa kata di setting tahun 1887 sampai 1917. Ada beberapa dialog yang terkesan kekinian dan bahasa santai yang rasanya tidak mungkin sudah ada untuk tahun dimana negeri kita masih dibawah pengaruh koloni. Tidak sampai mengganggu secara keseluruhan tapi alangkah lebih baik apabila ingin konsisten dengan timeline waktu tersebut hal kecil seperti bahasa dan dialog bisa dimaksimalkan alias sekalian saja bahasa Indonesia baku semua hehe.

Sutradara Mike Willuan dan Billy Cristian sudah tampak maksimal dalam menggarap sajian horor yang berbeda dengan elemen mix western lokal yang melebur dengan baik didukung elemen teknis memadai dari production design dan sinematografi yang stylish. Hanya saja jika memang benar project yang awalnya diset untuk series ini akan tetap dibawa sebagai film, semoga tim terkait khususnya editor bisa memaksimalkan alur penceritaan agar lebih nyaman diikuti. Potensial namun masih terbata-bata, but we'll see the big (actor) surprise!


7,5/10


Share This :

1 comments